Profit Konsisten? Tidak Sesulit Itu Sebenarnya

Profit Konsisten? Tidak Sesulit Itu Sebenarnya

Melayani Pembuatan SBU, Pengurusan SIUJK, SBU, Jasa Legalitas Perusahaan, Pembuatan Legalitas SBU, Jasa SMK3, Jasa ISO, Jasa SKUP MIGAS Jakarta

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya pada artikel ini, ketika Anda trading ada 4 jenis transaksi yang mungkin muncul yaitu:

  1. Transaksi buruk yang untung
  2. Transaksi buruk yang rugi
  3. Transaksi baik yang untung
  4. Transaksi baik yang rugi

Saya tidak akan bahas lagi mengenai 4 jenis transaksi. Silahkan Anda pelajari secara detail pada artikel ini.

Jika Anda ingin profit konsisten Anda harus fokus menghasilkan transaksi-transaksi baik (Good Trades) tidak peduli transaksi tersebut untung atau rugi.

Di dalam transaksi yang baik hasil trading yang akan muncul adalah:

  1. Rugi Kecil
  2. Impas
  3. Untung Kecil
  4. Untung Besar

Jadi formula profit konsisten adalah hasil transaksi trading Anda merupakan sekumpulan rugi kecil + impas + untung kecil + untung besar.

Anda lihat?

Profit konsisten tidak sesulit itu bukan?

Tugas Anda hanya perlu MENGELIMINASI RUGI BESAR.

Jika Anda sebagai trader mampu mencegah atau menghindari rugi besar, peluang Anda untuk profit konsisten terbuka sangat lebar!

Lantas kenapa banyak trader yang rugi besar?

Kalo trader saham banyak yang nyangkut.

Nyangkut artinya harga sahamnya sudah turun sangat dalam, kalo sahamnya dijual kerugian sudah terlalu besar, solusi terakhir kebanyakan trader adalah “menunggu”. Menunggu harga sahamnya naik yang entah kapan waktunya.

Kalo trader forex banyak yang Margin Call.

Margin call artinya transaksi trading Anda ditutup paksa oleh broker karena uang di rekening trading Anda sudah tidak sanggup lagi menahan kerugian pada transaksi tersebut. Opsi lain adalah Anda deposit lagi uang untuk menahan kerugian tersebut. Tapi opsi ini jarang sekali diambil oleh trader jadi kebanyakan trader memilih transaksinya ditutup secara paksa oleh broker.

Kenapa?

Ini jawabannya: KEBANYAK TRADER TIDAK MEMILIKI KEAHLIAN UNTUK CUTLOSS KETIKA RUGI KECIL!

Mampu mencegah atau menghindari rugi besar ketika trading itu merupakan skill atau keahlian yang harus Anda asah. Keahlian itu tidak turun dari langit dan langsung nempel ke diri Anda!

Jika selama trading Anda rugi besar terus itu tandanya Anda Manajer Risiko abal-abal.

Trader abal-abal ya hasil tradingnya juga abal-abal.

Anda bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk menghindari rugi besar.

Satu-satunya cara untuk mengindari rugi besar adalah cut loss ketika kerugian-nya masih kecil. Semua kerugian besar dimulai dari kerugian kecil yang dipertahankan.

Jika Anda ngotot tidak mau cut loss sudah dipastikan 100% Anda akan mengalami rugi besar!

Itu pasti!

Kematian karir Anda sebagai trader hanya tinggal menunggu waktu saja.

Itu juga pasti!

Jika Anda sudah mengalami rugi besar sudah dipastikan Anda akan sangat kesulitan untuk bisa profit konsisten. Karena keuntungan-keuntungan yang Anda peroleh disapu bersih oleh kerugian besar itu.

TRUS HARUS GIMANAA DOOOOOONGGGG????

Ya LATIHLAH DIRI ANDA UNTUK CUT LOSS KETIKA RUGI KECIL!

Pertanyaan selanjutnya:

Kenapa Anda tidak mau Cut Loss ketika kerugiannya masih kecil?

Banyak alasannya.

Tetapi ALASAN UTAMA TRADER TIDAK MAU CUT LOSS ketika kerugiannya masih kecil adalah KETAKUTAN.

Takut ketika cut loss harga justru berbalik arah.

Takut ketika saham yang merugi dijual, pas dijual harga sahamnya malah naik dan terbang ke bulan dan menyisakan penyesalan yang amat mendalam sampai ke lubuk hati terdalam.

#PREEEET

Kebanyakan trader takut rugi kecil tapi berani rugi besar.

Ajaibkan?

Ya ajaiblah!

Biar bisa profit konsisten yang perlu Anda lakukan justru sebaliknya yaitu: berani rugi kecil dan takut rugi besar.

Jika Anda takut rugi besar maka Anda akan melakukan cara apapun agar Anda tidak rugi besar ketika trading.

Dan cara itu adalah rekayasa risiko melalui stop loss dan position sizing yang benar.

 

REALITY CHECK!

Seperti yang selalu saya katakan, haram hukumnya bagi kita trader untuk hidup dalam khayalan atau ilusi.

Sebagai trader wajib hukumnya untuk membuat keputusan trading berdasarkan kenyataan.

Berdasarkan fakta dan data.

Karena fakta dan data akan membawa kita kepada kebenaran (Buseeet dah..Saya ngomong udah kek pemuka agama lagi bawa orang bertobat aja..)

Kenyataan apa yang perlu Anda hadapi?

Jika Anda trader saham, coba Anda lihat portofolio di rekening saham Anda. Saham-saham yang Anda beli merah berdarah-darah atau ijo royo-royo? Uang di rekening Anda minus sampe dua digit parah atau cuan maksimal?

Jika Anda trader forex, coba Anda lihat rekapan transaksi trading Anda selama ini. Net profit atau net loss dengan nilai yang besar?

Tebakan saya adalah Anda sekarang sedang rugi besar entah itu Anda trading saham atau trading forex. Karena kalo Anda gak rugi besar Anda gak akan baca blog ini.

Itulah kenyataan yang harus hadapi : ANDA SEDANG RUGI BESAR.

Kenapa Anda rugi besar?

Karena Anda tidak Cut Loss. Karena Anda tidak memotong kerugian, ketika kerugiannya masih kecil. Itulah alasan kenapa Anda rugi besar.

Kenapa Anda tidak Cut Loss?

Karena Anda TIDAK MEMILIKI SKILL UNTUK CUT LOSS.

Kenapa Anda tidak memiliki keahlian untuk Cut Loss?

Karena Anda tidak pernah mengasah keahlian untuk cut loss. Karena Anda tidak melatih diri Anda untuk menjadi manajer risiko yang hebat.

Kenapa Anda tidak melatih diri Anda menjadi manajer risiko yang handal?

Karena ketika trading Anda hidup dalam ilusi!

Anda berasumsi bahwa Anda hanya akan mengalami hal-hal baik ketika trading. Yang ada dalam kepala Anda hanya untung, cuan dan profit.

Tetapi kenyataan berkata lain, ternyata trading lebih kejam daripada ibu tiri dan ibukota.

Anda tidak siap ketika hal-hal buruk yang menyebabkan kerugian besar terjadi. Anda kelabakan. Anda panik. Anda marah. Anda kecewa.

Itu semua terjadi karena Anda berpikir trading itu cara mudah dapat uang dan solusi cepat untuk kaya dan financial freedom.

#TepokJidat

Kenyataan pahit yang Anda alami saat ini seharusnya Anda jadikan bahan untuk belajar dan bahan evalusi agar Anda jadi trader yang lebih baik lagi.

Tolong garis bawahi kata “seharusnya”.

Hanya trader mental pemenang yang mau mengakui kesalahan dan mau melakukan perbaikan.

Trader mental gembel?

Ah..Sudahlah. Gak usah dibahas.

Trader mental gembel ya jadi gembel-lah.

 

MEMPERBAIKI KESALAHAN

Jika saham-saham yang Anda beli sedang berada diposisi nyangkut dengan kerugian yang bengkak, apa yang harus Anda lakukan?

Telan itu kerugian. Jual semua saham-saham rugi tersebut.

Saya paham dalam hati Anda akan berkata: “Tapikan sayaaaaaaannnnggg!”

Saya juga tahu, bahwa walaupun saya mengatakan untuk menjual saham-saham yang merugi tersebut Anda gak akan jual sahamnya.

Kenapa?

Karena ada iblis yang akan berbisik kepada Anda kira-kira begini:

“Ngapain dijual sekarang? Kalo harganya naik gimana? Nanti nyesel lho..”

“Gila! Enak aja dia main suruh-suruh jual aja! Dia gak tau kalo saya rugi besar! Pokoknya jangan jual! Tahan terus!”

“Boleh dijual, tapi nanti aja paling enggak kalo udah impas atau Break Even.”

“Harus sabar. Nanti harganya naik kok. Saham dalam jangka panjang pasti naik. “

“Selama sahamnya belum dijual belum rugi kok. Ruginya masih di atas kertas, belum terealisasi.”

“Kata orang-orang saham ini fundamentalnya bagus kok, kita lagi dikerjain bandar.“

“Tahan aja kerugiannya, rugi banget kalo dijual sekarang.”

“Gimana kalo dijual sekarang, sahamnya malah naik?”

“Gimana kalo dijual sekarang, kita malah jadi untung?”

“Gimana kalo…”

“Gimana kalo…”

“Gimana kalo…”

Iblis dalam kepala Anda tidak hanya berbisik, tapi berteriak!

Dan kebanyakan trader mendengarkan omongan iblis tersebut.

Ingat, Anda itu trader bukan investor. Kalo Anda investor saham ya silahkan tahan saham yang Anda rasa berkinerja bagus selama mungkin.

Skill set yang harus dimiliki  antara trader dan investor itu berbeda.

Semua trader-trader hebat sepanjang sejarah memiliki keahlian untuk cut loss ketika transaksinya tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Keahlian untuk cut loss merupakan bagian dari risk management skill.

Kenapa Anda harus jual sekarang saham-saham yang rugi besar tersebut?

Karena sekarang adalah saat yang tepat untuk untuk menunjukkan komitmen Anda menjadi manajer risiko yang hebat.

Karena sekarang adalah saat yang paling tepat untuk belajar cut loss!

Karena kalo Anda tidak melatih diri Anda untuk jual saham-saham rugi sekarang, maka besokpun Anda tidak akan jual saham yang ruginya, lusapun Anda tidak akan jual saham yang ruginya, minggu depanpun Anda tidak akan jual saham ruginya, bulan depanpun Anda tidak akan jual saham yang ruginya dan tahun depanpun Anda tidak akan jual saham ruginya.

Dan sampai kapanpun Anda tidak akan jual saham ruginya karena Anda tidak melatih diri Anda untuk menjual saham yang sedang rugi.

Anda tidak percaya sama saya?

Coba Anda tanya kepada trader-trader Indonesia yang saham-saham ruginya ditahan terus sampe perusahaannya dikeluarin dari Bursa Efek Indonesia atau bahasa kerennya di delisting. Saham-saham ruginya ditahan terus sampe gak bisa dijual lagi!

Jika perusahaan dikeluarin dari bursa efek maka sahamnya tidak bisa ditradingkan lagi. Artinya saham Anda yang rugi tidak bisa Anda jual. Artinya? Anda rugi selamanya!

Lagipula apa enaknya menahan saham-saham yang rugi besar?

Makan gak enak.

Tidur gak tenang.

Tiap hari stress mikirin saham rugi.

Emosi naik turun.

Bawaan senggol bacok melulu.

Energi terkuras hanya buat mikirin saham-saham yang rugi.

Tiap hari gelisah.

Tiap hari khawatir.

Tiap hari kayak orang gila yang kehilangan arah.

Kalo Anda mau hidup setiap hari seperti itu ya silahkan, gak usah cut loss. Tahan aja terus saham-saham ruginya. Kalo Anda memang suka menyiksa diri Anda, pegang terus itu saham yang makin hari makin rugi.

Itu hak Anda.

 

Tapi kalo Anda menyadari bahwa Anda belum memiliki keahlian untuk cut loss dan Anda mau memiliki skill cut loss, maka Anda harus melatihnya sekarang.

Bukan nanti.

Bukan besok.

Bukan kapan-kapan.

Sekarang!

Sekarang adalah saat yang tepat untuk cut loss. Sekarang adalah yang saat yang sangat tepat untuk menghentikan pendarahan di rekening trading Anda.

Jika Anda berpikir sayang banget untuk menjual semua saham-saham yang rugi besar ingatlah: ITULAH HARGA DARI SEBUAH KEGOBLOKAN.

Memang benar Anda kehilangan uang yang besar sekarang.

Tapi Anda mendapatkan pelajaran sangat berharga yang bisa membuat Anda menjadi trader yang lebih baik dimasa depan.

Inilah momentum yang tepat untuk bersumpah agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.

 

Kenyataan pahitnya: Anda rugi besar karena Anda tidak memiliki keahlian untuk cut loss.

Solusinya: Dalam 2 tahun ke depan Anda melatih diri Anda untuk memotong kerugian ketika trading agar tidak membengkak.

 

BEKERJASAMA DENGAN KENYATAAN

Faktanya ketika trading Anda pasti rugi.

Kerugian adalah hal mutlak ketika trading.

Kalo Anda gak mau rugi ya jangan trading.

Kalo trading pasti rugi bagaimana caranya agar profit konsisten?

Profit konsisten dalam trading adalah keuntungan agregat.

Artinya keuntungan Anda berasal dari serangkaian transaksi untung dan transaksi rugi.

Jadi Anda perlu merekayasa bagaimana dari banyak transaksi, total untung dikurang total rugi masih tetap untung. Bahasa kerennya NET PROFIT.

Caranya?

Dengan membuat sistem trading yang memiliki positif expectancy.

Silahkan Anda pelajari pada artikel ini untuk penjelasan yang lebih lengkap.

Untuk mendapatkan sistem trading yang memiliki positive expectancy silahkan Anda download secara gratis disini.

HANYA DENGAN MEMILIKI SISTEM TRADING DENGAN POSITIVE EXPECTANCY ANDA BISA PROFIT KONSISTEN.

Tanpa sistem trading yang memiliki positive expectancy, bisa profit konsisten dalam jangka panjang hanya tinggal angan-angan belaka.

Langkah awal agar Anda bisa profit konsisten adalah Anda harus menciptakan sistem trading yang memiliki positive expectancy dan sistem trading tersebut cocok dengan karakter Anda sebagai trader.

Jika Anda sudah memiliki sistem trading dengan positive expectancy maka cut loss bukan lagi masalah bagi Anda. Karena Anda yakin walaupun Anda cut loss berkali-kali secara keseluruhan transaksi atau dalam jangka panjang Anda tetap untung.

Sistem trading dengan positive expectancy-lah yang memungkinkan Anda untuk melakukan hal tersebut.

Anda tidak percaya sama saya? Bagus!

Silahkan Anda tanya pada semua trader yang sudah profit konsisten.

Apakah mereka trading ngawur dan suka-suka atau mereka trading memiliki guideline atau panduan atau sistem trading?

 

Sebenarnya inti dari tulisan ini adalah tentang Positive Expectancy.

Tapi saya nulis panjang dikali lebar biar saya kelihatan ada kerjaan aja.

 

Formula profit konsisten adalah Total Untung – Total Rugi.

Rata-rata untung > Rata-rata rugi.

Profit Konsisten = Positive Expectancy

 

Banyak cara untuk menghasilkan uang dari pasar finansial (pasar saham, forex, bond, crypto, futures, commodity, options).

Tapi hanya ada satu cara untuk kehilangan seluruh uang Anda: RUGI BESAR.

Jadi hindarilah rugi besar.

 

Trade small. Lose small.

Trade better before you trade bigger.

 

Good Luck!

Enjoy the process and have good trading habits!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *